Kamis, 17 Oktober 2013

Teori Pembentukan Tata Surya

A.   PENGERTIAN GEOGRAFI MENURUT PARA AHLI
1.    Alexander (1958) : Studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.
2.    Hart Shorne (1960) : Berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti, berurutan, dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi.
3.    Yeates (1963) : Suatu ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beranekaragam di permukaan bumi.
4.    Bintarto (1977) : Ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.
5.    Karl Ritter : Studi tentang daerah yang berbeda di permukaan bumi (different areal) dalam keragamannya.
6.    Elsworth Huntington : Studi tentang alam dan persebarannya melalui relasi antara lingkungan dan manusia.
7.    Seminar & Lokakarya IGI (1988) : Ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan, serta keruangan.
Geografi berasal dari bahasa Yunani
Geo = Bumi; Grafi = Pencitraan/Pelukisan/Penggambaran [Eratosthenes (276 – 104 SM) Buku Geographika]
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menggambarkan keadaan bumi.
B.   RUANG LINGKUP GEOGRAFI MENURUT RHOAD MURPHEY
1.    Persebaran dan relasi umat manusia di bumi dengan sejumlah aspek keruangan dan bagaimana manusia memanfaatkannya.
2.    Interaksi Antara umat manusia dengan fisik yang salah satu bagian dari keragaman wilayah.
3.    Kerangka kerja regional dan analisis terhadap region khusus.
C.   OBJEK GEOGRAFI
1.    Objek material geografi adalah semua materi yang menjadi kajian ilmu geografi (Gejala geosfer = Gejala alam dan gejala sosial).
a.    Litosfer : Lapisan kerak bumi.
b.    Atmosfer : Lapisan udara.
c.    Hidrosfer : Lapisan air.
d.    Biosfer : Lapisan tempat makhluk hidup (hewan - tumbuhan) dan organisme.
e.    Pedosfer : Lapisan tanah.
f.     Antroposfer : Kehidupan manusia.
2.    Objek formal geografi adalah cara berpikir terhadap objek material geografi dari sudut pandang keruangan, waktu, dan lain – lain.
Contoh :
-       Cuaca = Wilayah sempit, waktu cepat.
-       Iklim = Wilayah luas, waktu lama.
D.   KONSEP GEOGRAFI
1.    Lokasi : Letak objek di muka bumi.
a.    Absolut : Letak Astronomi (LS – LU, BT - BB).
b.    Relatif : Letak geografi (Benua, Samudera, Sungai, Danau, dll).
2.    Jarak.
a.    Absolut : Ruang antara dua titik dalam standard ukuran (km, cm, m, dll).
b.    Relatif : Ruang antara dua titik dari ukuran linear ke ukuran lain (waktu).
3.    Keterjangkauan : Konsep yang berkaitan dengan kondisi, medan, ada tidaknya sarana dan telekomunikasi di suatu daerah.
4.    Morfologi : Konsep yang menggambarkan perwujudan ketampakan (roman) muka bumi.
5.    Nilai kegunaan : Nilai kegunaan fenomena geosfer / sumber daya di bumi bersifat relatif antara wilayah satu dengan yang lain.
6.    Aglomerasi : Kecenderungan persebaran bersifat memusat di wilayah relatif sempit karena faktor yang menguatkan.
7.    Pola : Susunan bentuk / persebaran fenomena (alam / sosial - budaya) di muka bumi.
a.    Alami : Pola sungai, pola pemukiman penduduk.
b.    Sosial – budaya : Pola pemikiran manusia.
8.    Interaksi : Hubungan timbal – balik antara dua / lebih wilayah yang menimbulkan gejala, kenampakan, dan permasalahan baru.
9.    Perbedaan wilayah / Differensial areal : Perbedaan corak antara wilayah di permukaan bumi.
10.    Keterkaitan keruangan : Derajat keterkaitan persebaran antara fenomena satu dengan fenomena yang lain (fisik / non - fisik).

E.    PENDEKATAN GEOGRAFI
1.    Pendekatan keruangan / Spatial : Mengkaji gejala  geosfer dengan melihat keterkaitan antar variabel di ruang / wilayah tertentu.
2.    Pendekatan kelingkungan / Ekologi : Keterkaitan manusia dan lingkungan.
3.    Pendekatan kewilayahan / Regional : Dikaitkan dengan wilayah lain.

F.    PRINSIP GEOGRAFI
1.    Prinsip penyebaran / distribusi :      Gejala geosfer yang menyebar tidak merata.
2.    Prinsip interelasi : Hubungan saling memengaruhi antara gejala alam dengan gejala sosial.
3.    Prinsip penjelasan / deskripsi : Menjelaskan secara rinci dari prinsip distribusi.
4.    Prinsip korologi : Gabungan dari prinsip distribusi, interelasi, dan deskripsi yang disertai penyelesaiannya.

G.   ASPEK GEOGRAFI
1.    Fisik (Geografi Fisik) : Segala sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa alam yang terjadi di permukaan bumi.
2.    Sosial (Geografi Manusia) : Segala sesuatu yang berhubungan dengan hubungan dan pengaruh timbal balik antara penduduk dan keadaan alam, aktifitas dari manusia dalam menyesuaikan keadaan demi kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya.

H.   ILMU PENUNJANG GEOGRAFI
1.    Geografi Fisik (Cabang geografi yang mengkaji tentang bentuk dan struktur permukaan bumi).
NAMA ILMU PENUNJANG
ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG
Geologi
Bumi
Geomorfologi
Bentuk muka (roman) bumi
Meteorologi
Cuaca
Klimatologi
Iklim
Hidrologi / Hidrografi
Air
Oseanografi
Laut
Astronomi
Benda – benda langit (yang ada di luar atmosfer bumi)
Pedologi
Tanah

2.    Geografi Manusia / Geografi Sosial (Cabang geografi yang mengkaji tentang aspek sosial, ekonomi, dan budaya penduduk).
NAM ILMU PENUNJANG
ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG
Geografi Sosial

Geografi Historis
Sejarah
Geografi Ras
Ras suatu bangsa
Demografi
Penduduk
Geografi Ekonomi

Geografi Politik
Kepentingan negara
Etnografi
Kebudayaan bangsa

3.    Geografi Regional (Cabang geografi yang mempelajari suatu kawasan tertentu secara khusus).
Contoh : Geografi Asia Tenggara, Geografi Timur Tengah, Geografi Asia Timur, Geografi Indonesia, Geografi Eropa Barat, dll.
4.    Antropogeografi : Cabang geografi yang mempelajari persebaran bangsa di muka bumi dari sudut geografis.
5.    Biogeografi : Ilmu yang terdiri dari geografi tumbuhan dan hewan.
a.    Fitologi / Geografi Tumbuhan.
b.    Zoologi / Geografi Hewan.
6.    Kartografi : Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peta.
7.    Paleontologi : Ilmu yang mempelajari tentang fosil.
8.    Logografi : Cerita tentang kesan pelajaran dari berbagai penjuru dunia.

I.      TAMBAHAN
1.    Garis balik utara / Tropic of Cancer : 23,50 LU

2.    Garis balik selatan / Topic of Capricorn : 23,50 LS 

Jumat, 22 Februari 2013


                             
IPA FISIKA – LISTRIK STATIS

- ListrIk dibedakan menjadi :
1.       Listrik statis (Listrik tak mengalir)/Elektrostatika.
2.       Listrik dinamis (Listrik mengalir).
Atom : Penyusun dari partikel yang sangat kecil.
- Terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1.       Inti atom/Nukleus : Proton (+) dan Neutron (Netral).
2.       Kulit atom : Elektron (-).
Muatan listrik dalam SI : Coulomb (C).
Urutan massa terbesar ke terkecil :
NO
NAMA
MASSA
MUATAN
1
Proton
1,67262 x 10-27 kg
+1,602177 x 10-19 C
2
Neutron
1,67262 x 10-27 kg

3
Elektron
9,10939 x 10-31 kg
-1,602177 x 10-19 C
Interaksi benda bermuatan listrik
NO
BENDA 1
BENDA 2
YANG TERJADI
1
Sisir (-)
Plastik (-)
Tolak – menolak
2
Sisir (-)
Kaca (+)
Tarik – menarik
3
Kaca (+)
Ebonit (-)
Tarik – menarik
4
Kaca (+)
Kaca (+)
Tolak – menolak
- Percobaan :
1.       Menggosok mistar plastic pada kain wol ® Pindah elektronnya dari wol ke mistar ® mistar bermuatan negative dan wol bermuatan positif.
2.       Menggosok kaca pada kain sutera ® Pindah elektronnya dari kaca ke sutera ® Kaca bermuatan positif dan sutera bermuatan negatif.
3.       Mendekatkan mistar plastic pada kaca ® Sama – sama bermuatan positif maka tolak – menolak.
Hukum Coulomb : “Gaya listrik antara 2 muatan listrik sebanding dengan besar muatan listrik masing – masing dan berbanding terbalim dengan kuadrat jarak pisah antara kedua muatan listrik.” [Yang menemukan yaitu Fisikawan asal Perancis, Charles de Coulomb [1736 – 1806].].
Rumus :
1.   
1.       F = k.q1.q2 ÷r   2

2.       Q = i.t
Keterangan :
1.       F = Gaya (N).
2.       k = Konstanta (9.109 Nm2/C2).
3.       q = Muatan listrik (C).
4.       r = Jarak (m).
Medan Listrik.
Artinya : Ruang di sekitar suatu muatan listrik yang jika muatan listrik lain diletakkan dalam ruangan ini akan mengalami gaya listrik.
Arahnya keluar dari muatan : Kutub positif.
Arahnya masuk ke dalam muatan : Kutub negatif.
Kuat medan listrik (Besaran vektor).
Rumus :
1.       E = F/q
2.       E = k.Q ÷  r2
Keterangan :
1.       E : Kuat medan listrik (N/C).
2.       F : Gaya (N).
3.       q : Muatan (C).
4.       k : Konstanta (9.109 Nm2/C2).
5.       r : Jarak (m).
Potensial Listik : Usaha untuk memindahkan suatu muatan dari titik satu ke titik yang lainnya.
Energi Potensial : Energi yang dimiliki oleh benda bermuatan listrik yang berada dalam suatu medan listrik.




Kamis, 21 Februari 2013


IPA FISIKA – GAYA

1. Pengertian.
Gaya : Suatu tarikan/dorongan (Vektor/Turunan besarannya).                          
Gaya Sentuh : Gaya yang hanya bisa bekerja pada benda jika terjadi sentuhan antara sumber gaya dan benda.
Gaya Tak Sentuh : Gaya yang bisa bekerja pada benda tanpa terjadi sentuhan antara sumber gaya dan benda.

2. Pengaruh Terhadap Gaya.
a)    Benda diam menjadi bergerak.
b)    Benda bergerak menjadi diam.
c)     Benda dan ukuran berubah.
d)   Arah dan gerak benda berubah.

3. Alat Pengukur Gaya.
Neraca Pegas.

4. Resultan Gaya [R].
Rumus :
R = F  = F1+F2+F3+…
Keterangan :
a)    R = Resultan Gaya.
b)    F  = Jumlah Gaya.
c)     F1 = Gaya pertama.

5. Satuan SI.
MKS : Newton [N].
CGS : Dyne.

6. Hukum Newton.
              I.     Hukum Newton 1 : “Benda bergerak dengan kecepatan tetap dan percepatan nol, jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda itu.”
Rumus : F  = 0
Maka a = 0/v = Konstanta.
           II.     Hukum Newton 2 : “Jika ada gaya luar yang bekerja pada benda, benda akan mengalami percepatan. Arah percepatan = Arah resultan gaya.”
Rumus : a = Fm
Keterangan :
a)    a = Percepatan benda (m/s2).
b)    F  = Resultan Gaya.
c)     m = Massa benda (kg).

        III.     Hukum Newton 3 : “Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda ke-2, maka benda ke-2 pun akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan. Ada 2 gaya berbeda yang bekerja pada benda tersebut.”
Apabila suatu benda mengerjakan gaya (aksi) terhadap benda lain, maka benda lain juga mengerjakan gaya (reaksi).
Rumus : F1 = -F2
Keterangan :
a)    F1 : Gaya Aksi.
b)    F2 : Gaya Reaksi (Tanda [-] menunjukkan kedua gaya berlawanan arah).

7. Penerapan Hukum Newton di Kehidupan Sehari-hari.
              I.     Hukum Newton 1 :
a)  Benda akan diam/bergerak lurus beraturan dengan kelajuan tetap, jika tidak ada gaya luar yang memengaruhinya.
b) Benda yang mula-mula diam selalu akan mempertahankan diamnya.
c)  Benda yang mula-mula bergerak selalu akan mempertahankan geraknya.
           II.     Hukum Newton 3 :
a)  Seseorang mendayung perahu (Aksi), maka perahu akan mendorong pendayung ke belakang (Reaksi).
b) Ketika gas mendorong roket naik ke atas (Aksi), maka roket mendorong gas turun ke bawah (Reaksi).
c)  Pengguna senapan, peluru mendorong senapan ke belakang (Aksi), maka seapan mendorong peluru ke depan (Reaksi).
d) Melepas bola ke bawah (Aksi) akan mengalami pemantulan terhadap permukaan bumi (Reaksi).

8. Gesekan.
Artinya : Gaya yang timbul akibat persentuhan langsung 2 permukaan benda.
Arah gesek berlawanan dengan arah kecenderungan gerak benda.

- Macam :
a)       Gesekan Statis : Gaya gesekan yang dikerjakan permukaan meja pada balok tidak bergerak.
b)      Gesekan kinetis : Gaya gesekan yang dikerjakan permukaan meja pada balok sewaktu balok bergerak.
- Pengaruh :
a)       Menguntungkan :
                               I.       Antara kaki dan jalan (Dapat berjalan).
                            II.       Rem dapat memperlambat kendaraan.
                         III.       Antara ban bergerigi dan jalan (Kendaraan tidak selip).
b)      Merugikan :
                            I.          Antara mesin mobil dan kopling (Panas yang berlebihan).
                         II.          Antara udara dan mobil (Menghambat gerak mobil).
                      III.          Antara ban dan jalan (Ban menjadi tipis).

9. Gaya Berat.
Artinya : Gaya tarik bumi yang bekerja pada suatu benda.
Satuan : Newton [N].
Rumus : g = wm
Keterangan :
a)  g : Percepatan Gravitasi Bumi (N/kg/m/s2).
b) w : Berat Benda (N).
c)  m : Massa benda (kg).
            Berat benda berubah-ubah tergantung pada seberapa jauh kedudukan benda terhadap pusat bumi. Semakin jauh dari pusat bumi, maka berat benda semakin berkurang.
       - 2 Gaya yang bekerja pada  benda diam :
a)    Gaya Berat/benda (w) : Mengarah ke bawah.
b)   Gaya Normal (N) : Gaya yang dikerjakan permukaan terhadap benda yang arahnya tegak lurus dengan permukaan.